Rabu, 20 Juni 2012

Ini dia penyebab orang kehilangan kontrol

Jakarta, Pasti Anda merasa bingung bila melihat keluarga atau teman Anda mendadak marah-marah dan membanting atau melempar sesuatu untuk mengungkapkan kemarahannya. Itulah yang disebut kehilangan kontrol. Namun hingga kini belum pernah ditemukan penjelasan ilmiah mengenai kondisi tersebut.

Studi yang dilakukan oleh pakar saraf dan neuro-marketing dari University of Iowa, William Hedgcock ini telah mengkonfirmasi penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pengendalian diri adalah komoditas terbatas yang bisa habis jika digunakan.

Namun studi inilah yang pertama menunjukkan kondisi kehilangan kontrol dilihat dari otak. Dengan menggunakan foto fMRI, otak seseorang dipindai ketika melakukan kontrol diri. Gambarnya menunjukkan anterior cingulate cortex (ACC), bagian dari otak yang mengenali situasi dimana pengendalian diri diperlukan dan dorsolateral prefrontal cortex (DLPFC), bagian dari otak yang mengelola pengendalian diri.

Menurut Hedgcock, hilangnya aktivitas di DLPFC-lah yang menyebabkan seseorang kehilangan atau kehabisan pengendalian diri.

Peneliti mengumpulkan gambar-gambar otak itu dengan menempatkan partisipan dalam scanner MRI kemudian meminta partisipan melakukan dua tugas pengendalian diri. Yang pertama mengabaikan kata-kata yang muncul di layar komputer sedangkan yang kedua menentukan pilihan dari beberapa opsi yang ditawarkan.

Hasilnya partisipan tampak kesulitan mengendalikan dirinya pada tugas kedua yang disebut sebagai fenomena "regulatory depletion atau deplesi peraturan". Hedgcock mengatakan bahwa DLPFC partisipan menjadi kurang aktif selama tugas kedua yang menunjukkan bahwa partisipan kesulitan untuk mengatasi respon awalnya.

"Studi ini merupakan langkah penting dalam usaha untuk menentukan definisi yang lebih jelas tentang pengendalian diri dan mencari tahu mengapa orang-orang melakukan hal-hal yang jelas-jelas menurutnya tidak baik," tandas Hedgcock seperti dilansir dari newkerala, Rabu (20/6/2012)

Salah satu implikasi yang mungkin bisa didapatkan adalah membuat program yang lebih baik untuk membantu orang-orang yang mencoba berhenti dari kecanduan hal-hal seperti makanan, belanja, obat-obatan atau alkohol.

Beberapa terapi masa kini membantu orang menghentikan kecanduan dengan fokus pada tahap pengakuan konflik dan mendorong orang untuk menghindari situasi dimana konflik itu akan muncul. Misalnya, seorang pecandu alkohol harus tinggal jauh dari tempat dimana alkohol disajikan.

Tapi Hedgcock mengatakan studi ini bisa memberikan terapi baru yang bisa jadi dirancang dengan memberikan fokus pada tahap implementasi. Misalnya, pelaku diet harus mentraktir temannya jika gagal menerapkan kontrol dengan makan makanan terlalu banyak atau memilih jenis makanan yang salah atau tidak sehat.

Hukuman semacam ini memberikan konsekuensi nyata terhadap kegagalan penerapan kontrol pelaku diet dan meningkatkan peluangnya untuk memilih alternatif makanan yang lebih sehat.

Penelitian yang akan dipublikasikan di Journal of Consumer Psychology ini juga mungkin bisa membantu orang yang menderita kehilangan kontrol diri akibat cacat lahir atau cedera otak.

"Jika kita tahu mengapa orang kehilangan kontrol diri, ini bisa membantu kita merancang intervensi yang lebih baik untuk membantu mereka mempertahankan kontrol dirinya," ujar Hedgcock, seorang asisten profesor di departemen pemasaran Tippie College of Business dan mahasiswa pascasarjana Interdisciplinary Graduate Program in Neuroscience, University of Iowa.
http://health.detik.com/read/2012/06/20/123231/1946028/763/ini-dia-penyebab-orang-kehilangan-kontrol

Tidak ada komentar:

Posting Komentar