Kamis, 29 Maret 2012

Anak Prasekolah belajar untuk mendapatkan pengetahuan tentang diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka
1. Belajar dengan Meniru
     Seorang anak prasekolah itu seperti karet busa (spon), yang menyerap setiap tetes informasi yang ditemuinya, dan kemampuan untuk mengikuti contoh sangat mengagumkan. Anak prasekolah belajar banyak dari prilaku mereka dengan mengamati dan meniru orang-orang disekitar mereka. Anak prasekolah belajar cara berprilaku dan berinteraksi dengan orang lain dengan mencontoh orang-orang disekitarnya. Mereka juga mempelajari sikap, nilai, preferensi pribadi dan beberapa kebiasaan dengan mengikuti contoh yang mereka lihat.
Orang tua memiliki dampak langsung terhadap proses belajar anak, karena orang tua adalah guru pertama bagi anak maka pikirkan prilaku Kita secara hati-hati. Apa yang Kita katakan dan lakukan di depan Anak akan membentuk pikirannya. Kita menyukai nya atau tidak, kita adalah contoh terpenting baginya, jadilah teladan yang baik untuk anak.
Selain Orang Tua, Guru lingkungan, TV sangat memberikan pengaruh yang kuat pada anak.  Oleh karena itu pilihlah lingkungan, tontonan yang baik untuk anak.
2. Belajar melalui eksperimen
Cara lain bagi anak prasekolah untuk belajar adalah dengan mengalami hal-hal yang ada disekitar mereka. Anak prasekolah mengeksplorasi setiap hal yang dapat mereka sentuh, lihat, dengan cium, rasakan dan lakukan.  Mereka bereksperimen sementara mereka bereksplorasi. kehidupan anak sekolah dipenuhi dengan uji coba dan “bagaimana jika”. “Apa yang terjadi jika saya lakukan ini ?”  Apa yang terjadi jika saya mengatakan “Kamu bodoh ” ?
Banyak prilaku anak prasekolah adalah hasil dari kebutuhan alamiah mereka untuk menguji batas-batas dan mempelajari cara kerja dunia di sekita mereka secara spesifik, bagaimana Anda akan bereaksi.  Reaksi Anda pada anak prasekolah akan menjadi pelajaran dan akan membentuk kepribadian dan sikap mereka dan ini bersifat permanen. Ajarkan anak Anda tentang prilaku yang bernilai dengan mendorongnya dan apa yang tidak bernilai dengan sikap tidak menyerah.
3. Belajar melalui Integrasi
Sementara otak seorang anak prasekolah berkembang, terbentuklah sambungan-sambungan baru di dalam otaknya yang didasari proses belajar dan pengalaman. Anak prasekolah menggabungkan yang sudah mereka pelajari dengan mengikuti contoh dengan yang mereka pelajari lewat eksperimen dan eksplorasi untuk membentuk informasi baru, singkatnya mereka mulai berfikir untuk diri mereka sendiri.
Pada usia sekitar 3 tahun, anak-anak mulai menggunakan apa yang sudah dipelajari  untuk membuat genelarisasi. Tingkat pemahaman yang baru ini lalu dialihkan dan dimanfaatkan dalam situasi baru dan digunakan untuk memecahkan masalah baru.
Mulailah dengan menyadari apa yang dipelajari anak Anda dan bagaimana mereka berprilaku. Perhatikan apa yang mereka lakukan dan dengarkan apa yang mereka katakan. Tuntun proses penemuan ini. Tunjukkan hal-hal yang mereka l;akukan dengan baik untuk mendorong dan memberikan umpan balik yang positif, beritahukan mereka jika sudah di jalur yang benar. Dukung proses mempelajari sesuatu yang baru atau persiapkan anak Anda untuk situasi yang sulit dengan mengulang penngalaman keberhasilan sebelumnya.
4. Fantasi dan Khayalan
Orang dewasa menggunakan fantasi sebagai cara untuk melarikan diri dari dunia nyata, sementara anak pra sekolah menggunakan fantasi sebagai cara untuk memahami dunia nyata. Anak prasekolah menggunakan fantasi dan bermain pura-pura untuk terbenam dan menghubungkan diri dengan realitas dimana mereka akan menjadi bagian darinya. Kita menyebutnya “khayalan” . Mereka berpura-pura menjadi ibu, ayah, nenek, guru dan dokter karena mereka adalah orang-orang dewasa yang mereka kenal dan mereka ingin seperti mereka. Berpura-pura menjadi orang dewasa memberikan perasaan akan kemampuan dan kekuasaan dalam diri anak pra sekolah; mereka merasa sudah dewasa.
5. Belajar Melalui Cerita
Anak prasekolah dapat belajar banyak dengan mendengarkan cerita yang sebenarnya maupun fantasi . membaca untuk anak adalah kegiatan yang berharga yang menciptakan ikatan dan memberikan saat-saat spesial di antara Anda berdua, sambil juga mengembangkan minat baca yang akan berlangsung seumur hidup. Ketika Anda membacakan cerita untuk anak, Anda mendorong ketrampilan kognitif dan bahasa. Buku memperluas dunia anak dengan memberikan informasi dan pemahaman tentang hal-hal yang belum pernah dialaminya secara langsung.
Denga membaca cerita tentang anak-anak lain yang memiliki situasi serupa, Anda membantu anak menyelami pikiran dan perasaannya. Ketika menggunakan cerita untuk mengajar , anak dapat belajar bagaimana memperkirakan konsekwensi dari melakukan pilihan yang baik dan pilihan yang buruk. Membaca untuk anak dapat membantu Anda mengajarkan bagaimana berprilaku.

Kamis, 22 Maret 2012

Philip E Vernon dan Inteligensi

Anggota kelompok :

11063ari.blogspot.com
11075wh.blogspot.com
11123firman.blogspot.com


Hai Bloggers ! :)

Kali ini kami akan menjelaskan beberapa hal terkait dengan Inteligensi. 
 Ada berbagai pandangan tokoh mangenai inteligensi ini. Namun pada kesempatan kali ini kami akan membahas Inteligensi menurut Philip Ewart Vernon.
Penasaran ?

Cekidot ! :D




Definisi Inteligensi menurut Vernon terbagi atas tiga tipe, yaitu :
·         Inteligensi A , yaitu potensi dasar dari organisme, baik hewan atau manusia, untuk belajar dan beradaptasi dengan lingkungannya. Inteligensi tipe ini ditentukan oleh gen tetapi dimediasi terutama oleh kompleksitas dan plastisitas dari sistem saraf pusat.
·         Inteligensi B , yaitu tingkat kemampuan bahwa seseorang benar-benar menunjukkan perilaku-kepandaian, efisiensi dan kompleksitas persepsi, belajar, berpikir, dan pemecahan masalah.
·         Inteligensi C , yaitu nilai atau IQ yang diperoleh dari tes tertentu.
Teori Inteligensi yang dikemukakan oleh Vernon hampir mirip dengan teori Spearman. Sebelumnya mari kita lihat teori dari Spearman di bawah ini :
 Teori ini berpendapat bahwa inteligensi itu terbangun atas dua faktor, yaitu faktor general ability (“G”) dan special ability (“S”). Teori dua faktor Helpzinger merupakan variasi dan teori Spearman. Dia berpendapat bahwa tes yang tidak memenuhi syarat proporsionalitas tidak perlu dipandang sebagai pengganggu dan harus dibuang dari tes yang bersangkutan, sepanjang bagian-bagian tes lainnya dari tes tersebut memiliki faktor kebersamaan yang sama.
 Nah kemiripannya dengan Vernon adalah Vernon membagi lagi faktor "G" ke dalam dua bagian yaitu :
 1. Kelompok utama (major group factors) yang masing-masingmya adalah faktor pendidikan verbal (verbal educational factors), dan
2. Faktor praktis (practical factors).
 Jadi, kurang lebih beginiah teori Kepribadian menurut Phillip E Vernon :
 General Ability, terdiri dari :
 1. Kelompok utama (major group factors) yang masing-masingmya adalah faktor pendidikan verbal (verbal educational factors). Kelompok ini dibagi lagi menjadi :
  • Faktor kelompok minor (minor-group factors) verbal.
  • Faktor kelompok minor (minor-group factors) numerical. 
2. Faktor praktis (practical factors). Faktor inipun terbagi lagi menjadi :
  • Kemampuan keruangan (spatial ability).
  • Kemampuan manual (manual ability).
  • Kemampuan mekanik (mechanical ability).
            Masing-masing bagian tersebut dibagi lagi menjadi faktor-faktor spesifik yang sangat besar jumlahnya dan mencakup lingkup yang sangat khusus.
Mengenai faktor-faktor spesifik, Vernon berpendapat bahwa sebenarnya faktor-faktor spesifik itu tidak banyak memiliki nilai praktis. Oleh karena itu, menurut Vernon, lebih baik membicarakan faktor-faktor yang lebih umum dikarenakan faktor umum itulah yang berkorelasi lebih konsisten dan substansial dengan masalah kehidupan sehari-hari.
Demikianlah bahasan kami tentang teori kepribadian menurut Phillip Ewart Vernon.
Semoga bermanfaat  :)


Referensi :

Jumat, 16 Maret 2012

Inteligensi


Manusia diciptakan dengan kecerdasan yang memiliki kemampuan luar biasa yang tidak dimiliki oleh mahkluk lain, dan kecerdasan pulalah yang mambedakan manusia dengan mahkluk lain. Dengan kecerdasan pulalah manusia dapat menjalani kehidupan yang dinamis dan beradab.
1.Pengertian Inteligensi
- Inteligensi berasal dari bahasa Inggris intelligence yang juga berasal dari bahasa latin yaitu intellectus. Teori inteligensi pertama kali dikemukakan oleh Spearman  dan Wynn Jones Pol pada tahun 1951. Spearman dan Wynn mangmukakan adanya konsep lama manganai adanya suatu kekuatan yang dapat melangkapi akal pikiaran manusia.
- Keahlian memecahkan masalah dan kamampuan untuk beradaptasi dan belajar dari pengalaman hidup sehari-hari.

2.Ciri-ciri inteligensi
- Inteligensi merupakan suatu kekuatan mental yang melibatkan proses berpikir dan rasional.
- Inteligensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkunagn masalah yang timbul dari padanya.

Sabtu, 10 Maret 2012

Pendapat Mengenai Proses Pembelajaran e-learning Psikologi Pendidikan yang Menggunakan Media Gmail dan Blogging Menurut Kelompok Kami...

                                                                Chindy (11-097)
                                                                citra w (11-109)
                                                                Firman S (11-123)

Apa sih e-learning itu??
e-learning adalah sistem ajar-mengajar melalui media elektronik, jadi murid/mahasiswa dapat mencari sumber pebgetahuan selain dari buku dan juga melalui e-learning ini dapat mengurangi dampak "Global Warming" dengan cara paperless (hemat kertas).

Menurut kelompok kami, proses e-learning itu sangatlah bermanfaat.
Manfaat-manfaat yang diperoleh dari e-learning ini adalah:  
  • Melalui pembelajaran e-learning ini kita bisa mengenal beragam "dunia luar" seperti beberapa jejaring sosial yang jarang kita gunakan seperti membuat blog dan mulai blogging. Hal tersebut dapat membuat mahasiswa menjadi lebih kreatif dan dapat mengasah kemampuan dalam berkreasi.
  • Melalui e-learning ini juga dapat membuat mahasiswa menjadi lebih up-to-date karena mahasiswa dapat dengan mudah mencari informasi dari dunia luar melalui media internet. Selain itu, Internet juga berguna untuk membagi informasi dengan orang lain melalui situs-situs jejaring sosial. 
Hal ini juga dapat kita hubungkan dengan pandangan para tokoh psikologi pendidikan, seperti:
  1. Dari segi pandangan William James kita perlu mengajarkan kepada anak pada titik yang sedikit lebih tinggi di atas tingkat pengetahuan dan pemahaman anak tesebut dengan tujuan untuk memperluas cakrawala pemikiran anak tersebut. Nah, sepertihalnya dalam membuat blog ini, sebelumnya kita belum pernah / belum berpengalaman membuat blog, kita diberikan sedikit tantangan untuk dapat membuat blog tersebut. Hali ini juga dapat meningkatkan kemampuan anak tersebut yang awalnya menggunakan cara belajar konventional sekarang menjadi melalui media elektronik yang modren, yang juga dapat meningkatkan kemampuan anak tersebut dalam bidang teknologi yang semakin maju sekarang ini.
  2.  Dari segi pandang John Dewey yang memandang bahwa anak sebagai pembelajar aktif. Hal tersebut dapat kita lihat melalui pembelajaran e-learning ini kita dituntut untuk lebih aktif dan mencari bahan pembelajaran sendiri melalui media yang tersedia, dalah satunya internet, dan berusaha untuk mengerti. Dengan media e-learning ini juga dapat membantu anak tersebut untuk beradaptasi dengan lingkungan, seperti penggunaan internet dan jejaring sosial yang sudah lazim digunakan pada zaman sekarang.
  3. Dari segi pandang Thorndike yang menyatakan bahwa menanamkan keahlian penalaran anak dan pendidikan harus mempunyai basis ilmiah. Nah, hal ini terlihat jelas dari penggunaan blog untuk memperlancar proses ajar-mengajar di mata kuliah kita ini. Dalam melakukan blogging kita diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan penalaran kita atas materi-materi pembelajaran yang telah kita baca dan mempublikasikannya di media blogger ini. Sehingga apa yang kita publikasihan tersebut masih berbasis ilmiah.
Jadi kelompok kami menarik kesimpulan, bahwa proses pembelajaran e-learning ini selain sangat bermanfaat dalam proses pembelajaraan yang membuat kita menjadi lebih aktif dan juga dapat membuat kita menjalin hubungan sosial yang lebih mudah dengan sesama teman. Jejaring sosial ini sangat bermanfaat bagi semua orang asalkan menggunakannya dalam sisi positif...;)