sebelumnya saya pernah mendengar kata pedagogi ini tapi saya tidak tahu arti dari kata tersebut, dan semalam saya mencari informasi tentang pedagogi itu, yang dimaksud dengan pedagogi adalah diambil dalam bahasa latin yaitu paidagogea, dari pais yaitu anak dan agi yaitu membimbing.secara literal artinya memimbing anak.
Pedagogi adalah ilmu atau seni dalam menjadi seorang guru. Istilah ini merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran.[1]
Pedagogi juga kadang-kadang merujuk pada penggunaan yang tepat dari
strategi mengajar. Sehubungan dengan strategi mengajar itu, filosofi
mengajar diterapkan dan dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan
dan pengalamannya, situasi pribadi, lingkungan, serta tujuan
pembelajaran yang dirumuskan oleh peserta didik dan guru. Salah satu
contohnya adalah aliran pemikiran Sokrates.
[2]http://id.wikipedia.org/wiki/Pedagogi
Jumat, 01 Juni 2012
Minggu, 13 Mei 2012
blanded learning
Pengalaman saya tentang belajar menggunakan blended learning...
pada hari sabtu kemarin saya masuk mata kuliah pendidikan dan saat itu kami membahas materi tentang blended learning. Awalnya saya sangat bingung dengan apa yang dimaksud dengan blended learning karena metode belajar menggunakan blended learning belum pernah saya dapatkan. Setelah beberapa saat mencoba menggunkannya, ternyata tidak terlalu sulit dan lama kelamaan saya merasa berdiskusi dengan blended learning ini sangat seru. Dan saya merasa pembelajaran menggunakan blended learning ini sangat diperlukan pada era globalisasi seperti sekarang ini yang semuanya serba cepat. Saya juga bisa menggunkan blended learning ini kapan saja sama mau, hanya dengan menggunakan laptop, hp seperti blackberry, atau alat - alat elektronik lainnya. Demikianlah sedikit pengalaman saya menggunakan blended learning , sepertinya mulai saat ini saya akan sangat sering menggunakanya. terima kasih.
pada hari sabtu kemarin saya masuk mata kuliah pendidikan dan saat itu kami membahas materi tentang blended learning. Awalnya saya sangat bingung dengan apa yang dimaksud dengan blended learning karena metode belajar menggunakan blended learning belum pernah saya dapatkan. Setelah beberapa saat mencoba menggunkannya, ternyata tidak terlalu sulit dan lama kelamaan saya merasa berdiskusi dengan blended learning ini sangat seru. Dan saya merasa pembelajaran menggunakan blended learning ini sangat diperlukan pada era globalisasi seperti sekarang ini yang semuanya serba cepat. Saya juga bisa menggunkan blended learning ini kapan saja sama mau, hanya dengan menggunakan laptop, hp seperti blackberry, atau alat - alat elektronik lainnya. Demikianlah sedikit pengalaman saya menggunakan blended learning , sepertinya mulai saat ini saya akan sangat sering menggunakanya. terima kasih.
Blended Learning
apa itu blended learning...
Blended learning merupakan proses pembelajaran yang memanfaatkan berbagai macam pendekatan. Pendekatan yang dilakukan dapat memanfaatkan berbagai macam media dan teknologi. Pembelajaran berlangsung secara konvensional (tatap muka), mandiri, dan mandiri via online.
Bahan belajar mandiri secara offline disiapkan dalam bentuk digital, seperti dalam bentuk CD, MP3, DVD, dll. Sedangkan bahan belajar mandiri secara online disiapkan dalam bentuk via website resmi tertentu.
Kelebihan dan Kekurangan Blended Learning
Kelebihan blended learning :
• Pembelajaran terjadi secara mandiri dan konvensional, yang keduanya memiliki kelebihan yang dapat saling melengkapi.
• Pembelajaran lebih efektif dan efisien
• Meningkatkan aksesbiltas. Dengan adanya blended learning maka peserta belajar semakin mudah dalam mengakses materi pembelajaran.
Blended learning merupakan proses pembelajaran yang memanfaatkan berbagai macam pendekatan. Pendekatan yang dilakukan dapat memanfaatkan berbagai macam media dan teknologi. Pembelajaran berlangsung secara konvensional (tatap muka), mandiri, dan mandiri via online.
Bahan belajar mandiri secara offline disiapkan dalam bentuk digital, seperti dalam bentuk CD, MP3, DVD, dll. Sedangkan bahan belajar mandiri secara online disiapkan dalam bentuk via website resmi tertentu.
Blended Learning dan e-Learning.
Blended learning merupakan suatu strategi belajar yang berasal dari pertimbangan-pertimbangan dalam menyempurnakan sistem belajar e-learning. Dari studi yang ada, kendala terbesar e-learning adalah proses interaksi langsung antara pemelajar dengan pebelajar. Bagaimanapun belajar merupakan proses dua arah. Peserta memerlukan feedback dari pemelajar dan sebaliknya pemelajar juga memerlukan feedback dari pesertanya. Dengan cara ini akan didapat hasil belajar yang lebih efektif, tepat sasaran.
Hal ini menjawab mengapa program e-learning tidak selalu mendapat hasil memuaskan. Seringkali materi sudah banyak dan tersedia dengan lengkap. Orang juga bisa belajar kapan saja dan di mana saja, asal terkoneksi lewat jaringan nirkabel. Namun tetap saja tingkat penggunaan materi-materi e-learning tersebut tergolong rendah. secara sederhana dapat dikatakan seseorang butuh teman dan butuh feedback langsung. Sama seperti yang kita rasakan dalam pembelajaran konvensional di ruang kelas.
selain itu e-learning menciptakan kesan kesendirian sehingga seseorang tidak bisa bertahan lama dalam belajar. Dalam setengah jam, seseorang sudah malas dan tidak terlalu termotivasi untuk melanjutkan pembelajarannya. Bukan karena materinya tidak bagus atau sistem online dari materi yang disajikan kurang interaktif, melainkan orang merasa sedang sendiri dan dia perlu orang lain. Belajar secara mandiri dibutuhkan motivasi dan kesadaran tinggi dari pebelajarnya.
Berdasarkan pertimbangan permasalah tersebut, motode pembelajaran yang lebih efektif digunakan adalah blended learning, dimana siswa dapat belajar secara mandiri dan secara konvensional, keduanya menawarkan kelebihan-kelebihan yang dapat saling melengkapi.
Blended learning merupakan suatu strategi belajar yang berasal dari pertimbangan-pertimbangan dalam menyempurnakan sistem belajar e-learning. Dari studi yang ada, kendala terbesar e-learning adalah proses interaksi langsung antara pemelajar dengan pebelajar. Bagaimanapun belajar merupakan proses dua arah. Peserta memerlukan feedback dari pemelajar dan sebaliknya pemelajar juga memerlukan feedback dari pesertanya. Dengan cara ini akan didapat hasil belajar yang lebih efektif, tepat sasaran.
Hal ini menjawab mengapa program e-learning tidak selalu mendapat hasil memuaskan. Seringkali materi sudah banyak dan tersedia dengan lengkap. Orang juga bisa belajar kapan saja dan di mana saja, asal terkoneksi lewat jaringan nirkabel. Namun tetap saja tingkat penggunaan materi-materi e-learning tersebut tergolong rendah. secara sederhana dapat dikatakan seseorang butuh teman dan butuh feedback langsung. Sama seperti yang kita rasakan dalam pembelajaran konvensional di ruang kelas.
selain itu e-learning menciptakan kesan kesendirian sehingga seseorang tidak bisa bertahan lama dalam belajar. Dalam setengah jam, seseorang sudah malas dan tidak terlalu termotivasi untuk melanjutkan pembelajarannya. Bukan karena materinya tidak bagus atau sistem online dari materi yang disajikan kurang interaktif, melainkan orang merasa sedang sendiri dan dia perlu orang lain. Belajar secara mandiri dibutuhkan motivasi dan kesadaran tinggi dari pebelajarnya.
Berdasarkan pertimbangan permasalah tersebut, motode pembelajaran yang lebih efektif digunakan adalah blended learning, dimana siswa dapat belajar secara mandiri dan secara konvensional, keduanya menawarkan kelebihan-kelebihan yang dapat saling melengkapi.
Kelebihan dan Kekurangan Blended Learning
Kelebihan blended learning :
• Pembelajaran terjadi secara mandiri dan konvensional, yang keduanya memiliki kelebihan yang dapat saling melengkapi.
• Pembelajaran lebih efektif dan efisien
• Meningkatkan aksesbiltas. Dengan adanya blended learning maka peserta belajar semakin mudah dalam mengakses materi pembelajaran.
Kekurangan blended learning :
• Media yang dibutuhkan sangat beragam, sehingga sulit diterapkan apabila sarana dan prasarana tidak mendukung.
• Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki pelajar, seperti komputer dan akses internet. Padahal dalam blended learning diperlukan akses internet yang memadai, apabila jaringan kurang memadai akan menyulitkan peserta dalam mengikuti pembelajaran mandiri via online.
• Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan teknologi
• Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki pelajar, seperti komputer dan akses internet
• Media yang dibutuhkan sangat beragam, sehingga sulit diterapkan apabila sarana dan prasarana tidak mendukung.
• Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki pelajar, seperti komputer dan akses internet. Padahal dalam blended learning diperlukan akses internet yang memadai, apabila jaringan kurang memadai akan menyulitkan peserta dalam mengikuti pembelajaran mandiri via online.
• Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan teknologi
• Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki pelajar, seperti komputer dan akses internet
Kamis, 26 April 2012
PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
Anggota Kelompok 10
# Safrida Liasna [11-057]# Regina Anastasia [11-077]
# Yunita Girsang [11-101]
# Firman A. Sebayang [11-123]
1. Coba jelaskan bagaimana persinggungan teknologi dan pendidikan?
Teknologi berperan besar dalam dunia pendidikan karena teknologi dapat
memperrmudah proses belajar mengajar guru dan murid disekolah.
Contoh : cara mengajar guru dengan teknik presentasi akan lebih
gampang apabila menggunakan laptop, proyektor, mic, dsb. Selain itu yang juga
berperran dalam dunia pendidikan adalah internet sebab melalui internet siswa
dan guru bisa mendapatkan informasi yang akurat, cepat dan tepat. Sekarang
dengan adanya internet murid dan guru tidak harus bertatap muka dikelas untuk
pembahasan materi belajar, mereka juga bisa membahas materi baik secara online
dan pengumpulan tugas muridpun bisa dilakukan melalui email.2. Coba bandingkan apa yang dibaca dengan pendidikan di masa sekolah!
Jika dibandingkan dengan apa yang kami baca dari buku tentang standar untuk murid yang “Melek Teknologi”
a. Pra taman kanak-kanak sampai grade dua
Pada masa kini di Indonesia pada pendidikan dijenjang ini teknologi belum banyaj berperan dalam proses belajar mengajar. Belum semua TK memiliki komputer, printer, tapi untuk buku interaktif, alat menulis, sudah semua TK memilikinya.
b. Grade 3 sampai 5
Tingkat ini yang setara dengan SD di Indonesia, khususnya SD swasta sudah menggunakan komputer, sumberdaya online, dan sumber daya teknologi tapi jika dibandingkan dengan SD Negri alat-alat teknologi tersebut masih jarang ditemukan.
c. Grade 6 sampai 8
Tingkat ini setara dengan SMP di Indonesia, aplikasi strategi memecahkan problem hardware dan software yang muncul dalam penggunaan sehari-hari sudah diterapkan seperti ketika murid mengerjakan tugas menulis surat ia dapat menggunakan aplikasi MS Word. Selain itu ketika mengobservasi menggunakan rekaman video mereka dapat mempublikasikan melalui MS Power Point atau melalui web.
d. Grade 9 sampai 12
Setara tingkat SMA di Indonesia sudah diterapkan di Indonesia mereka sudah menggunakan informasi online secara rutin untuk memenuhi kebutuhan belajar mengajar mereka, dan sudah menggunakan teknologi untuk mengelola jadwal dan sebagainya.
3. Coba jelaskan ubiquitos computing? Apa pendapat anda mengenai ubiquitos computing?
Ubiquitos comoputing adalah dunia pasca personal computer dimana perangkat komputer akan dijadikan perangkat yang kecil, portable, mobile, dan murah diperkirakan akan menggantikan komputer desktop. Perangkat baru ini dapat memampukan murid untuk membawa perangkat informasi personal ke lapangan untuk membantu mengerjakan suatu tugas dan bisa dibawa pulang. Kami sangat setuju dengan adanya ubiquitos computing karena dengan adanya ini dapat mempermudah dalam pengerjaan tugas dan dapat memenuhi kebutuhan perkuliahan.
Senin, 09 April 2012
Psikologi Sekolah (Tugas Kelompok)
Ariansyah (11-063)
Wahyu Habibie (11-075)
Firman Sebayang (11-123)
Wahyu Habibie (11-075)
Firman Sebayang (11-123)
Halo teman-teman bloggers, kali ini saya ingin
membahas beberapa poin penting tentang Psikologi Sekolah terutama tentang perbedaanya
dengan Psikologi Pendidikan.
Langsung aja ya, Ini
dia
Kedudukan
Psikologi Sekolah dalam ilmu psikologi
Psikologi sekolah
adalah cabang dari ilmu psikologi yang membantu seseorang (siswa) yang
membutuhkan bantuan melalui cara bimbingan konseling, speech therapists dan
juga membantu pengajar di kelas.
Psikologi sekolah
juga memberikan pelatihan kepada murid dan guru. Contohnya :
-Pendidikan anak
-Praktek
pengasuhan
-Pengembangan anak
dan remaja
Perbedaan
Psikologi Pendidikan dengan Psikologi Sekolah
Psikologi Pendidikan mempelajari
bagaimana seseorang belajar, mengingat, dan berpikir serta bagaimana mereka
mengembangkan mental selama berlangsung proses belajar. Jadi pada dasarnya
berfokus pada siswa dan pengajar.
Sedangkan Psikologi Sekolah mempelajari penerapan prinsip-prinsip ilmiah belajar dan perilaku
untuk memperbaiki sekolah terkait masalah dan untuk memfasilitasi pembelajaran
dan pengembangan anak-anak di sekolah-sekolah umum. Pada dasarnya berfokus
kepada sekolah.
Fungsi sekolah sebagai Agent of Change
Seperti yang kita ketahui bahwa
seiring berjalannya waktu maka teknologipun semakin berkembang pula, dan tidak
dapat dipungkiri bahwa hal-hal negatif juga terjadi seiring dengan kemajuan
teknologi itu. Oleh karena itu, maka disinilah peran sekolah sebagai agen
perubahan yaitu mendidik para generasi muda agar kelak ketika mereka telah
memiliki ilmu dan kemudian diterjunkan ke masyarakat, mereka mampu membawa
perubahan ke dalam masyarakat tersebut, tentunya perubahan ke arah yang
positif. Mampu membantu mayarakat agar terhindar dari hal-hal negatif yang
tumbuh seiring dengan perkembangan jaman.
Metode yang dapat digunakan dalam sistem pengajaran
sekolah
-Metode Ceramah (Preaching Method)
Metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif.
Metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif.
-Metode diskusi ( Discussion method )
Metode mengajar yang sangat erat
hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga
disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama (
socialized recitation ).
-Metode demontrasi ( Demonstration method )
Metode mengajar dengan cara
memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan,
baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan
dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
-Metode ceramah plus
Metode mengajar yang menggunakan
lebih dari satu metode, yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya.
-Metode
resitasi ( Recitation method )
Metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri.
Metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri.
-Metode percobaan ( Experimental method )
Metode pemberian kesempatan kepada
anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau
percobaan.
-Metode Karya Wisata
Metode mengajar yang dirancang
terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan
didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh
pendidik, yang kemudian dibukukan.
-Metode latihan keterampilan ( Drill method )
Metode mengajar dimana siswa diajak
ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu,
bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya.
-Metode mengajar beregu ( Team teaching method )
Metode mengajar dimana pendidiknya
lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. Biasanya salah
seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya, setiap
pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap siswa
yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.
-Metode mengajar sesama teman ( Peer teaching method )
Metode mengajar sesama teman adalah
suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri
-Metode pemecahan masalah ( Problem solving method )
Metode ini adalah suatu metode
mengajar yang mana siswanya diberi soal-soal, lalu diminta pemecahannya.
-Metode perancangan ( projeck method )
Metode mengajar dimana pendidik harus
merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.
-Metode Bagian ( Teileren method )
Metode mengajar dengan menggunakan
sebagian-sebagian, misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat
lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya.
-Metode Global (Ganze method )
Metode mengajar dimana siswa disuruh
membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap
atau ambil intisari dari materi tersebut.
-Metode Discovery
Prosedur mengajar yang mementingkan
pengajaran perseorangan, manipulasi obyek dan lain-lain, sebelum sampai kepada
generalisasi.
Permasalahan yang sering terjadi di sekolah
-Konflik antara guru dengan murid
Hal ini bisa terjadi karena si murid
yang mungkin terlalu nakal sehingga sang guru menjadi marah bahkan terkadang
bisa berujung pada tindak kekerasan.
Solusi :
Murid harus lebih menjaga sopan
santun terhadap guru dan mematuhi perintah guru. Selain itu gurupun harus melatih kesabaran dalam
menghadapi masalah dengan murid.
-Konflik antar siswa
Hal ini bisa terjadi karena
masalah-masalah kecil maupun masalah-masalah besar. Misalnya seperti yang berkaitan dengan geng pertemanan.
Solusi :
Siswa harus
belajar saling menghargai satu sama lain.
-Siswa yang kesulitan dalam memahami
pelajaran sekolah
Seperti yang kita
ketahui bahwa kemampuan semua siswa tidaklah sama, nah di sekolah sering
dijumpai anak yang sulit dalam memahami pelajaran hal ini bisa berujung pada terjadinya
stres pada siswa.
Solusi :
Guru dan orang tua
harus berkoordinasi dengan orang tua siswa tentang keadaan anak tersebut supaya
mungkin bisa diberikan bantuan bimbingan belajar.
Fungsi
dan peran Psikolog Sekolah dan perlinya Psikolog Sekolah
-Mengkomunikasikan hasil
evaluasi psikologis untuk orang tua, guru, dan lain-lain sehinggamereka dapat
memahami sifat kesulitan siswa dan bagaimana untuk melayani kebutuhan
siswa.
-Melakukan penelitian tentang
instruksi yang efektif, manajemen perilaku, program-program sekolah alternatif,
dan intervensi kesehatan mental.
-Menilai dan mengevaluasi
berbagai masalah yang berkaitan sekolah dan aset anak dan remaja di sekolah
yang ditugaskan.
-Intervensi langsung dengan
siswa dan keluarga melalui konseling individu, kelompok pendukung, dan
pelatihan keterampilan.Terlibat dalam pencegahan krisis dan layanan intervensi.
-Dapat melayani satu atau
beberapa sekolah di daerah sekolah atau bekerja untuk sebuah pusat kesehatan
mental masyarakat dan / atau dalam lingkungan universitas.
Hal-hal
yang diberikan dalam kaitannya dengan layanan Psikolog Sekolah
Program
Integratif
Program ini ditujukan untuk sekolah yang berupa paket lengkap Layanan
Konsultansi Psikolog Sekolah, berupa program asesmen, konseling, seminar dan
pelatihan lengkap untuk siswa, guru dan orangtua selama 2 tahun berturut-turut.
Program
ini disesuaikan dengan jenjang sekolah (TK-SD-SMP-SMA) dan jumlah siswa
yang ada di tiap sekolah.
Pembayaran
untuk program ini dapat dilakukan dalam dua termin (setahun sekali). Program
Integratif ini terdiri dari Tiga Paket, yaitu :
-Paket Jenius
Terdiri atas :
· Psikotes
siswa Semi Individual/ Klasikal (2x/2thn)
· Psikotes
siswa Individual (2x/2thn),
· Konseling
Siswa (8/2thn),
· Pelatihan
Guru (2x/2thn),
· Konseling
Guru (4x/2thn),
· Seminar Parenting
Skills Untuk orangtua (2x/2thn)
· Pengarsipan Psychological
Record siswa dan Guru (1 berkas/org)
Paket Superior
Terdiri atas :
· Psikotes
Semi Individual (2x/2thn)
· Psikotes
Individual Pemetaan (2x/2thn)
· Konseling
siswa (8x/2thn)
· Outbound
Training untuk siswa (2x/2thn)
· Psikotes
Klasikal Guru (1x/2thn)
· Konseling
Guru (4x/2thn)
· Team Building dan
Pelatihan Guru (1x/2thn)
· Parenting
Skills Untuk orangtua (2x/2thn)
· Pengarsipan Psychological
Record siswa dan Guru (1 berkas/org)
Paket Gifted
Paket Bebas
Pilih layanan Psikologi selama dua tahun dengan minimal 3 program layanan/ 2
tahun, dengan harga paket yang lebih menguntungkan.
Perbedaan
antara Psikolog Sekolah, Psikologi Pendidikan, dan Guru Bimbingan Konseling
Psikolog Sekolah :
Psikolog yang mengkhususkan diri pada dunia sekolah
yang berperan dalam pengaturan kelas yang berhubungan dengan psikologis siswa
juga guru serta dapat memberikan penilaian terhadap intelegensia guru, inovasi
guru, dalam mengajar, dan lain sebagainya.
Psikolog Pendidikan :
Sarjana psikologi yang
telah menjalani pendidikan profesi dan berhak membuka praktek, termasuk praktek
konseling, namun tidak berkompeten mengeluarkan resep obat.
Guru BK :
Guru yang mempunyai
keahlian dalam melakukan konseling yang berlatar belakang pendidikan minimal
sarjana strata 1 (S1) dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB),
Bimbingan Konseling (BK), atau Bimbingan Penyuluhan (BP).
Oke, demikianlah
teman-teman, semoga bermanfaat J
Referensi :
Selasa, 03 April 2012
Pentingnya Pendidikan Anak Prasekolah : Taman Kanak - Kanak
Anggota Kelompok :
Apakah pendidikan anak prasekolah itu penting ? YA, sangat amat penting ! Karena pada usia ini merupakan masa emas bagi perkembangan seorang anak untuk mengecap pendidikan. Ingat ! Masa emas ini hanya datang sekali ! Apabila terlewat, berarti habis sudah peluang Anda.
Pendidikan
anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan
yang menitikberatkan pada peletakkan dasar ke arah pertumbuhan dan
perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan
(daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio
emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi ,
sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh
anak usia dini. Dalam Kurikulum TK 2004 dijabarkan sejumlah fungsi TK
sehingga dapat mempermudah para pelaksana atau penyelenggara
menerjemahkannya ke dalam praktek pendidikan pada level tersebut.
Fungsi-fungsi yang dimaksud adalah:
(1) TK berfungsi mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak
(2) TK berfungsi mengenalkan anak dengan dunia sekitar
(3) TK berfungsi menumbuhkan sikap dan perilaku yang baik
(4) TK berfungsi mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi
(5) TK berfungsi mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan kemampuan yang dimiliki anak
(6) TK berfungsi menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar
· Sosial – Emosional
Keterampilan
sosial-emosional pada anak usia dini akan menjadi pondasi bagi
anak-anak untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab, peduli
kepada orang lain, dan produktif. Daniel Goleman (dalam Iriyanto, 2006)
bahkan menyatakan bahwa kecerdasan emosi dan sosial sangat penting
peranannya dalam menentukan keberhasilan seseorang. Presentasenya bisa
mencapai 80%. Pada anak yang kurang mendapat stimulasi perkembangan
sosial emosi berdasarkan penelitian Hurlock (dalam Nugraha dan
Rachmawati (2005) banyak yang mengalami kehausan atau kelaparan emosi (emotional starved).
Kondisi ini kemudian berkembang menjadi pribadi yang labil, memiliki
hambatan dalam penyesuaian diri, dan menjadi pribadi yang tidak bahagia
pada tahap perkembangan selanjutnya.
· Kognisi
Perkembangan kognitf anak usia taman kanak-kanak (PAUD) berada dalam fase praoperasional vang mencakup tiga aspek, yaitu:
1. Berpikir Simbolis
1. Berpikir Simbolis
Aspek
berpikir simbolis yaitu kemampuan untuk berpikir tentang objek dan
peristiwa walaupun objek dan peristiwa tersebut tidak hadir secara fisik
(nyata) di hadapan anak.
2. Berpikir Egosentris
Aspek berpikir secara egosentris, yaitu cara berpikir tentang benar atau tidak benar, setuju atau tidak setuju, berdasarkan sudut pandang sendiri. Oleh sebab itu, anak belum dapat meletakkan cara pandangnya di sudut pandang orang lain.
3. Berpikir lntuitif
Fase berpikir secara intuitif, yaitu kemarnpuan untuk menciptakan sesuatu, seperti menggambar atau menyusun balok, akan tetapi tidak mengetahui dengan pasti alasan untuk melakukannya.
2. Berpikir Egosentris
Aspek berpikir secara egosentris, yaitu cara berpikir tentang benar atau tidak benar, setuju atau tidak setuju, berdasarkan sudut pandang sendiri. Oleh sebab itu, anak belum dapat meletakkan cara pandangnya di sudut pandang orang lain.
3. Berpikir lntuitif
Fase berpikir secara intuitif, yaitu kemarnpuan untuk menciptakan sesuatu, seperti menggambar atau menyusun balok, akan tetapi tidak mengetahui dengan pasti alasan untuk melakukannya.
· Fisik
Menurut
Jane M. Hally, jaringan syaraf anak akan terbentuk apabila anak
melakukan kegiatan yang aktif dan menyenangkan. Bila tidak mendapatkan
lingkungannya, otak seorang anak akan menderita. Para peneliti di Baylor
College of Medicine menemukan bahwa apabila anak – anak jarang diajak
bermain, maka perkembangan otaknya 20% atau 30% lebih kecil daripada
ukuran normalnya pada usia itu.
Semoga bermanfaat =)
Referensi :
Langganan:
Postingan (Atom)